RSS

TULISAN 3 - CONTOH KARANGAN POPULER



Apakah anda merasa kurang percaya diri dengan salah satu bagian tubuh anda? Sebaiknya mulai sekarang hapus rasa tidak percaya diri dari otak anda selamanya, setiap wanita dilahirkan menjadi cantik. Kekuatan kecantikan itu bisa datang dari mana saja, namun tidak semua wanita mendapat sumber kecantikan dari wajahnya. Wanita dibekali cinta dan kasih serta kehebatan lainnya. Namun berbeda dengan wanita di Korea, untuk tampil cantik mereka menyerahkannya pada dokter di klinik kecantikan maupun pusat-pusat bedah plastik.

Operasi plastik ternyata bukan hal yang baru dan menakutkan bagi warga Korea, Korea Selatan menjadi negara terbesar yang penduduknya kerap melakukan bedah plastik. kebanyakan wanita yang memutuskan untuk melakukan operasi plastik di Korea disebabkan karena selama ini mereka merasa diremehkan terutama dalam masalah kecantikan. Dengan melakukan operasi plastik akan lebih mudah dalam menjalani hidup mulai dari mudah mencari teman, mudah mencari jodoh hingga mudah mencari pekerjaan.

Baru – baru ini publik di cengang kan dengan salah satu program tv korea makeover Let Me In 3 StoryOn TV menayangkan kisah operasi plastik Bang Mi Jung agar mirip dengan YoonA Girls Generation. Bang Min Jung (23) sebelumnya sempat mendaftar untuk acara yang sama namun belum terpilih.

  Ketika dokter dalam show ini mempertimbangkan kembali pendaftar yang gagal, mereka akhirnya memutuskan memberi operasi plastik pada Bang Mi Jung yang sempat mengalami trauma emosional. Dari SD hingga SMA, Bang Mi Jung banyak diolok-olok oleh murid lain karena wajahnya. Bang Mi Jung pun akhirnya tidak tahan lagi dan memutuskan drop out dari SMA.
Ia lantas memilih membayar pendidikan privat, dan sekolah di Filipina. Bang Mi Jung awalnya merasa menemukan jalan untuk melarikan diri. Namun ia menemukan fakta bahwa hampir semua murid sama saja dalam melakukan bullying. Dokter dalam program Let Me In 3 menjelaskan Bang Mi Jung mendapatkan proses di dagu dan rahang, serta juga pembenahan di area gigi untuk mempercantik diri. Setelah berbagai proses operasi yang rumit, transformasi wanita ini cukup mencengangkan, Bang Mi Jung yang merasa banyak ditolong lantas berkomentar bahwa ia tidak akan depresi lagi dan bakal hidup produktif dan percaya diri.

 

Tak terkecuali dengan para pelaku dan penggemar industri hiburan Korean Popular (K-Pop) Nyatanya, sebagian selebritas  asal Korea Selatan terindikasi melakukan operasi plastik demi mendukung penampilan mereka di dunia hiburan K-Pop. Perubahan bentuk wajah yang signifikan menjadi bukti mereka telah melakukan operasi plastik dilihat dari foto sebelum dan sesudah melakukan operasi.

Dalam hidup ini, seharusnya kita banyak-banyak bersyukur atas apa yang telah kita terima dan rasakan. Bersyukur atas semua yang dilimpahkan oleh Allah SWT kepada kita adalah wajib. Karena dengan bersyukur, jiwa kita akan tenang dan nikmat yang kita terima dan rasakan akan semakin memberi berkah dalam hidup kita. Harus kita sadari bahwa hidup didunia ini hanyalah sementara. Ada batas waktu yang telah ditentukan Allah dan jika telah tiba waktunya kita semua akan mati. Begitu juga nikmat yang diberikan Allah adalah bukan milik kita melainkan titpan semata. Maka sudah sepantasnyalah kita menjaga dan bersyukur atas "titipan" itu karena suatu saat itu semua akan dikembalikan kepada Allah SWT.

TUGAS 4 - PERBEDAAN KARANGAN



Pengertian karangan :

E. kosasih (2003: 26) karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan di artikan pula dengan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.

Widyamartajaya (1979: 9) mengatakan bahwa karangan merupakan ungkapan jiwa manusia yang hendak disampaikan kepada orang lain dan terjadi suatu proses berfikir. Kegiatan mengarang dapat terjadi karena ada maksud atau tujuan dari pengarang dengan melalui tahapan dalam pembuatannya.

Poerwordarmita (1984: 445) mengungkapkan karangan merupakan uraian tentang sesuatu hasil, dengan demikian pengertian karangan atau tulisan dapat kita batasi sebagai rangkaian kalimat yang logis, padu, sistematis, yang berisi pengalaman, pikiran atau pelukisan tentang objek suatu peristiwa atau masalah. 

Karangan Ilmiah 

Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Karangan ilmiah atau karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau  keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).

Dalam karangan ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :

a. struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

b. komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

c. sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

d. penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Selain ciri-ciri diatas karangan ilmiah juga mempunyai ciri-ciri, antara lain:
  • Kejelasan. Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
  • Kelogisan. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
  • Kelugasan. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
  • Keobjektifan. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
  • Keseksamaan. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya.
  • Kesistematisan. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.
  • Ketuntasan. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.

Macam – macam karangan ilmiah:

Ada berbagai macam karangan ilmiah, berikut diantaranya :
-   Laporan penelitian. Laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen Kebudayaan, dsb.
-   Skripsi. Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (Si).
-   Tesis. Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.
-    Disertasi. Tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
-    Surat pembaca. Surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
-    Laporan kasus. Tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.

Karangan Semi Ilmiah

Karangan semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semi-formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

Ciri-ciri karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu :
  •          Ditulis berdasarkan fakta pribadi;
  •          Fakta yang disimpulkan subjektif; 
  •          Gaya bahasa formal dan popular;
  •          Mementingkan diri penulis; 
  •          Melebih-lebihkan sesuatu; 
  •          Usulan-usulan bersifat argumentative; dan Bersifat persuasive.

PERBEDAAN KARYA ILMIAH DENGAN SEMI ILMIAH
 

Bahasa pada karya ilmiah menggunakan bahasa Indonesia resmi, yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraf, menggunakan kata ganti pertama "penulis", memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, menghindarkan unsur bahasa kedaerahan, dan mengikuti konvensi penulisan ilmiah (bagian awal, bagian isi, bagian akhir). Berbeda dengan karya ilmiah, karya semi ilmiah menggunakan kata - kata bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah - istilah yang umum atau popular, dan menggunakan kalimat yang kurang efektif.






Daftar Pustaka :
  • Putra, Hedi. 2013. “Pengertian dan Jenis – Jenis Karangan”. Dalam http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/08/pengertian-dan-jenis-jenis-karangan-566867.html 
  • Goggle. 2013. Dalam http://mane3x.wordpress.com/2013/04/05/macam-macam-karangan-ilmiah-semi-ilmiah-dan-non-ilmiah/ 
  • Haemin. 2013. “Perbedaan Karya Ilmiah, Semi Ilmiah dan Non Ilmiah”. Dalam http://doublej4692.blogspot.com/2013/03/perbedaan-karya-ilmiah-semi-ilmiah-dan.html

TUGAS 3 - PROPOSAL


Definisi Proposal

Kata proposal berasal dari bahasa inggris to propose yang artinya mengajukan,  pengertian proposal memiliki arti sederhana menurut Hariwijaya (2005: 12-13) sebagai suatu bentuk pengajuan atau permohonan, penawaran baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan  dukungan izin, persetujuan, dana, dan lain sebagainya. 

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam membuat proposal : 
  • Dalam penyusunan proposal hendak menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam penyusunan proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan.  
  • Dalam penyusunan proposal perlu mempersiapkan bahan – bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan – bahan hasil kesepakatan panitia  
  • Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik dan realistis
  • Dalam mengajukan suatu proposal hendaknya dibicarakan dalam forum musyawarah  terlebih dahulu untuk dibahas, direvisi, dan disetujui 
  • Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak – pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal 
Tujuan Proposal

  • Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak – pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut
  • Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut 
  • Untuk meyakinkan para donatur atau sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan 
Jenis - Jenis Proposal

Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
- proposal formal
- semiformal
- nonformal 

Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
1) bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan;
2) isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya;
3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.

Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal. 

Sistematika Penulisan Proposal
1. Pendahuluan

  • Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
  • Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata)
  • Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.

2. Dasar Pemikiran

  • Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lainlain
  • Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian
3. Tujuan

  • Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
  • Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa

4. Tema
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut


5. Jenis Kegiatan

  • Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,
  • Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.

6. Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.


7. Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta)


8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.


9. Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri


10. Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang pentingpenting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.

11. Jadwal Kegiatan

  • Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
  • Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.

12. Penutup

  • Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi Semua pihak.
  • Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
  • Terakhir, diikuti dengan lampiran



Perbedaan Proposal Penelitian (Ilmiah) dan Proposal Umum (Semi Ilmiah)  

Proposal Penelitian dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll. 


Proposal Umum yang sering digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model Proposal Penelitian yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka “Proposal Umum” biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun, walaupun lebih “bebas”, penulisan Proposal Umum tetap harus mengindahkan kaidah¬ kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang¬-orang yang membaca proposal tersebut. 

Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaanyang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya. Ini berarti, tanpa terlebih dahulu melakukan langkah¬langkah sebagaimana yang diuraikan dalam buku ini, maka kemungkinan besar penulisan proposal akan menemui kesulitan.








Daftar pustaka :

Evianthy. 2011. “Proposal”. Dalam http://evianthyblog.blogspot.com/2011/11/proposal.html
Pilyang, Aderiska. 2011. “Pengertian Proposal“. Dalam http://aderiska-pilyang.blogspot.com/2011/05/proposal.html
Firmansyah, Ilham. 2013. “Contoh Proposal Penelitian Ilmiah”. Dalam http://ilhamdsini.blogspot.com/2013/05/contoh-proposal-penelitian-ilmiah.html
Pengertian, Fungsi dan Jenis Proposal. Dalam http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-fungsi-jenis-proposal.html